Wilujeng Angkat

Hari Sabtu 1 Januari 2011 merupakan hari terakhir baginya. Di mana banyak orang yang sedang bergembira dalam euforia peringatan tahun baru 2011. Sore itu Ia terlihat tidak seperti biasanya, nafasnya terlihat lebih cepat. Dalam keadaan seperti itu, Ia masih sempat untuk meminta saya dan ayah agar melatih kaki dan tangannya yang hampir tak bisa ia gerakkan. Sebuah semangat untuk bisa sembuh. Dan yang paling mengharukan bagi kami adalah, Ia mampu bersyahadat sebelum kami membimbingnya dengan lafadz-lafadz Allah. Subhanallah.

Sekuntum Kamboja Yang Gugur

Biar luput dari pandangan
Tidak pupus di dalam ingatan
Kehilangan sebutir bintang di persada seni
Menjadi kenangan

Terlukis senyuman manismu
Tergambar senda gurauanmu
Tuhan lebih menyayangimu
Menjemputmu pergi terlebih dahulu

Bersema di jasadmu yang kaku
Diiringi gerimis yang sendu
Airmata tak terbendung lagi
Menangisi perpisahan ini

Di pagi hari yang mulia
Dikunjungi teman dan saudara
Bersama harapan dan doa
Moga berbahagia di negeri yang baqa

Sekuntum kemboja yang gugur
Menemani dikau di pusara
Biar detik dan musim berlalu
Hingga kini tiada pengganti

oh Tuhan, cucurilah rahmat ke atas ruhnya
dan tempatkanlah ia di sisi hamba-hambaMu yang bertaqwa
tempat yang telah kau janjikan nikmat untuk hamba-hamba mu
(nasyid by: Hijaz)

Nasyid ini untuk mengenang sang adik yang telah pulang terlebih dahulu. Semoga Ia bahagia di sisi-Nya. Banyak inspirasi dan pelajaran yang saya dapat dari almarhumah.

Wilujeng Angkat, Bageur.

Sebelum berangkat wisuda

Sebelum berangkat wisuda sempat berfoto, karena adik tak bisa ikut.

Berfoto setelah sholat subuh

Ketika akan berangkat wisuda, berfoto setelah beliau sholat subuh.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.