Wilujeng Angkat
5 Januari 2011 10 Komentar
Hari Sabtu 1 Januari 2011 merupakan hari terakhir baginya. Di mana banyak orang yang sedang bergembira dalam euforia peringatan tahun baru 2011. Sore itu Ia terlihat tidak seperti biasanya, nafasnya terlihat lebih cepat. Dalam keadaan seperti itu, Ia masih sempat untuk meminta saya dan ayah agar melatih kaki dan tangannya yang hampir tak bisa ia gerakkan. Sebuah semangat untuk bisa sembuh. Dan yang paling mengharukan bagi kami adalah, Ia mampu bersyahadat sebelum kami membimbingnya dengan lafadz-lafadz Allah. Subhanallah.
Sekuntum Kamboja Yang GugurBiar luput dari pandangan Tidak pupus di dalam ingatan Kehilangan sebutir bintang di persada seni Menjadi kenangan
Terlukis senyuman manismu Tergambar senda gurauanmu Tuhan lebih menyayangimu Menjemputmu pergi terlebih dahulu
Bersema di jasadmu yang kaku Diiringi gerimis yang sendu Airmata tak terbendung lagi Menangisi perpisahan ini
Di pagi hari yang mulia Dikunjungi teman dan saudara Bersama harapan dan doa Moga berbahagia di negeri yang baqa
Sekuntum kemboja yang gugur Menemani dikau di pusara Biar detik dan musim berlalu Hingga kini tiada pengganti
oh Tuhan, cucurilah rahmat ke atas ruhnya dan tempatkanlah ia di sisi hamba-hambaMu yang bertaqwa tempat yang telah kau janjikan nikmat untuk hamba-hamba mu (nasyid by: Hijaz)
Nasyid ini untuk mengenang sang adik yang telah pulang terlebih dahulu. Semoga Ia bahagia di sisi-Nya. Banyak inspirasi dan pelajaran yang saya dapat dari almarhumah.
Wilujeng Angkat, Bageur.




