Pelajaran di Balik Semrawutnya Jalan Raya

Oleh : Eka Risyana Pribadi

Lagi-lagi nemu tulisan ‘kuno’. Ini tulisan mengenai pengalaman saya berkendara motor di kota Bandung. Tulisan dibawah dibawakan dengan narasai memaksakan agak puitis dilanjutkan dengan ulasan singkat yang debatable. monggo..

Sungguh mengesalkan dan melelahkan mengendarai motor di pagi hari. Jalanan kota Bandung begitu macet dan terlihat begitu banyak kendaraan terutama kendaraan roda dua termasuk kendaraan yang aku pakai. Sebenarnya keadaan tidak terlalu macet sebelum memasuki daerah cicaheum dan perempatan jalan Pahlawan. Sepeda motor yang berjubel itu terlihat bagaikan kumpulan kuda yang ditunggangi oleh para knight yang hendak bertempur di medan perang. Namun sayangnya para knight itu terlihat tak lebih dari sekedar pembuat macet dan penyebar polusi, sekali lagi, termasuk aku.

Bagaimana tidak. Rambu-rambu lalu lintas yang mungkin sengaja didesian dengan susah payah atau bahkan asal-asalan itu seakan tak ada gunanya ketika para kavaleri modern itu melintasi perempatan jalan Pahlawan padahal saat itu lampu merah telah begitu jelas menyala-nyala. Aku melihat begitu banyak kendaraan teruatama kendaraan beroda dua dari arah yang bersilangan dengan arah yang aku lalui, mereka terdengar membunyikan klakson serta berusaha untuk melawan arus yang telah ‘dikuasai’ oleh arah yang aku lalui. Aku pun melihat salah seorang dari mereka hanya tersenyum, senyuman yang penuh ejekan dan cacian kepada kami yang menembus lampu merah.

Menurut saya..

Salah satu ciri bangsa yang maju dapat dilihat dari perilaku komunal rakyatnya. Ingat, perilaku komunal rakyatnya. Tak jarang kita melihat di televisi banyak terjadi kerusuhan yang dilakukan oleh para penonton sepak bola hanya karena tim kesayangannya harus mengalami kekalahan di kandangn sendiri.

Jika kita lihat perilaku komunal bangsa di negara maju, niscaya kita tidak akan pernah menemukan kejadian semacam itu. Seperti yang pernah terrekam di video klip ihsan idol yang mengambil lokasi syuting di jepang. Di sana terlihat sunggguh banyak pejalan kaki yang disiplin dan terkesan rapi. Sungguh kontradiktif dengan keadaan yang ada di negeri ini.

Walau begitu, kita tetap kudu optimis untuk terus berusaha merubah kebiasaan buruk yang selama ini kita lakukan. Mungkin hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari penyebab terjadinya hal seperti ini. Menurut saya pribadi penyebabnya adalah karena PENDIDIKAN (setuju gak ?). Ya, pendidikan di negeri kita nampaknya belum mampu membentuk mental bangsa yang hidup penuh etika dan norma. Sehingga mungkin, mungkin, kultur sebagai bangsa yang terjajah masih ada. Memang ini terlihat begitu kompleks untuk dibicarakan. Akan tetapi yang terpenting adalah bahwa saya (kita madsudnya) harus bisa lebih baik dan  berusaha jadi solusi untuk negeri ini, ya minimal gak ikut memperparah keadaan. Sampai suatu saat tidak akan pernah terdengar lagi kata ‘indon’ di malaysia sana.

4 thoughts on “Pelajaran di Balik Semrawutnya Jalan Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s