Cara Sang Ayah Mengajarkan Kesederhanaan

Nampaknya kemarin adalah kali pertama kami makan di luar berdua semenjak lima tahun lalu. Selepas magrib di RS**, saya dan sang ayah pergi keluar untuk makan. Saya pikir kami akan makan nasi uduk atau nasi soto atau nasi padang atau nasi goreng. Ternyata sang ayah malah belok ke lapak kecil yang kumuh dan sempit. Lapak tersebut nyaris tak terlihat karena ‘tertutupi’ lapak-lapak bagus yang ada di sekitarnya. Saya lihat, oh ternyata itu adalah warung nasi biasa. Makanan yang ada di etalase kecilnya pun sudah hampir habis. Kami pun makan di sana.

Sambil tersenyum, saya bergumam dalam hati: “Oh.. seperti ini ya Pah. Baiklah, akan ku ajarkan pula pada anak cucu ku nanti”.

when i was small, with papa

5 thoughts on “Cara Sang Ayah Mengajarkan Kesederhanaan

  1. bgus tu pak!!
    saya juga diajarkn ayah sya gtu,,,,

    untk brjga2.. klo kita gk sukses [naudzubillh]
    kita gk akan ancur…
    klo g dbiasakn sdrhnda, pas mlarat…. bAHAYA!! bisa UTANG KMNA2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s