Koran Pembawa Kabar

Saya masih ingat ketika pagi-pagi sekali disuruh beli koran untuk melihat pengumuman hasil SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru). Sebenarnya saya tidak terlalu antusias untuk mengetahui hasil SPMB, apakah diterima atau tidak. Setelah membeli koran di kios yang agak jauh dari rumah, saya buka koran halaman perhalaman untuk melihat daftar peserta SPMB yang masuk ke universitas negeri. Setelah tak lama mencari akhirnya ketemu juga nomor peserta dan nama saya. Saat itu tak banyak yang dilakukan, saya langsung berbaring menerawang sambil berkata “alhamdulilah”.

Orang tua dan adik masih belum yakin, mereka bertanya-tanya, saya masih diam tak banyak bicara. Setelah itu saya tunjukkan bukti diterimanya saya masuk universitas negeri yang diinginkan. Mereka pun bersorak-sorai sambil secara reflek memeluk seraya berujar “sujud syukur, sujud syukur”. Kami pun bersujud syukur dan bergembira.

Walaupun diterimanya di UPI melalui SPMB bukan menjadi target utama saya (sebagai remaja kemarin sore yang penuh ambisi), tapi saat itu yang ada di pikiran adalah keyakinan bahwa ini semua adalah yang terbaik yang diberikan Sang Khalik. Saya mensyukurinya, toh kuliah itu bukan DIMANA tapi GIMANA. Saya langsung bergegas mempersiapkan diri untuk mencari informasi mengenai tata cara pendaftaran.

2 thoughts on “Koran Pembawa Kabar

  1. Hahahahaaa.. kenapa harus berbaring, ka? saking lemesnya karena keterima itu teh?
    lucu, ya,, tiap orang punya cerita masing-masing tentang perjuangannya masuk Universitas yang diinginkan,,😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s