When I Resigned From The School

Judulnya sih pakai bahasa Inggris, tapi tidak untuk isinya😀

Sedikit flashback ke masa lampau. Kalau tidak salah akhir bulan April 2011. Aku gunakan batik terbaikku, batik warna merah bermotif kuning. Ya, aku memakainya karena paling tidak, ada satu orang yang suka jika aku memakai batik itu.

Lokasi berada di salah satu sekolah menengah atas negeri di Kota Bandung.

Bel tanda jam pelajaran berbunyi. Ada dua kelas yang harus aku ajar saat itu. Kelas pertama, aku coba untuk tidak mengatakannya. Pelajaran berjalan seperti biasa. Menyapa siswa, menyalakan projector, mengecek kehadiran, membawakan materi, membahas tugas, dan seterusnya. Siswa ribut ? ah sudah biasa. Walaupun banyak trik untuk meredakannya tapi saat itu aku biasa saja, ingin menikmati masa-masa seperti ini. Sampai  ketika jam pelajaran akan berakhir, salah satu rekanku (sesama guru TIK) mengumumkan di depan kelas bahwa saat ini adalah hari terakhirku mengajar. Aku salah tingkah, para siswa pun ada yang terlihat kaget. Bel tanda berakhir pelajaran pun berbunyi, satu persatu siswa meninggalkan lab komputer sambil menyalamiku, seperti biasanya. Namun saat itu benakku mengatakan bahwa aku akan merindukan masa-masa seperti ini.

Aku bergegas ke kelas selanjutnya, kali ini pelajaran tidak dilakukan di lab komputer melainkan di kelas biasa. Aku menjinjing tas berisi laptop, buku-buku, serta projector. Sama seperti saat di kelas sebelumnya, aku menyapa siswa, menyalakan projector, mengecek kehadiran, membawakan materi, membahas tugas, dan seterusnya, sambil berujar dalam hati bahwa aku akan merindukan masa-masa seperti ini. Kelas terakhir yang aku ajar ini dihuni oleh anak-anak yang aktif, antusias, dan menyenangkan. Banyak diantara mereka yang akrab denganku. Jadi, saat itu aku benar-benar ingin menikmati moment terakhir bersama mereka. Aku mencoba lebih ramah, lebih sabar, dan lebih menikmati setiap menit di jam pelajaran tersebut. Akhirnya bel pelajaran pun berakhir. Aku pun berbicara di depan mereka bahwa aku sangat senang bersama mereka dan aku pun memohon maaf jika ada salah-salah kata. Kata-kata terakhirku pada mereka adalah ‘Sampai jumpa di kesempatan yang lain’. Saat itu aku yakin mereka tidak memahami maksud dari kata-kataku, bahwa mulai minggu depan aku tidak mengajar lagi di kelas mereka. Beberapa minggu setelah hari itu, beberapa siswa menanyakan keberadaanku dan menanyakan mengapa aku tidak mengajar di sekolah mereka lagi. Aku jawab secara diplomatis.

 

4 thoughts on “When I Resigned From The School

  1. Yes, you missed that moment because after that you came into a new world, a new job, where there’s no people called “student” in the real class. Don’t worry. From the chat between you and your student, they also miss you. Wherever you are, you have to be the best there. And you’ve being the best teacher in their heart, InsyaAllah.

    #mengikuti judul_berbahasa Inggris😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s