ERP For Dummies

Pernah mendengar istilah ERP ? Ya, itu adalah singkatan. ERP adalah singkatan dari Eka Risyana Pribadi, hihi. Bukan itu maksud saya. ERP dalam hal ini adalah Enterprise Resource Planning. Banyak pembahasan komperhensif mengenai ERP di internet maupun di buku-buku. Pada tulisan ini saya hanya ingin berbagi mengenai pengalaman menggunakan serta pengalaman saat menjadi technical consultant untuk salah satu software ERP.

Bagi anda yang bekerja di perusahaan (khususnya manufaktur), pasti tahu/paham mengenai proses bisnis di bawah ini :

  • Production Planning
  • Purchasing
  • Warehouse Management
  • Costing
  • Sales
  • Financial
  • dll

Singkatnya, software ERP berguna sebagai sistem yang mengatur dan mengintegrasikan proses-proses di atas agar dapat memberikan manfaat kepada perusahaan, baik dari sisi efisiensi maupun efektifitas.

Dimulai dari perencanaan produksi, ERP dapat memberikan suggestion kepada perusahaan untuk melakukan pembelian material yang dibutuhkan. Suggestion tersebut berdasarkan kepada banyaknya barang yang akan diproduksi, outstanding purchase order, serta stok material yang ada saat itu.

Berdasarkan suggestion dari perencanaan produksi, dibuatlah purchase order ke supplier untuk memenuhi kebutuhan material, tentunya dengan perkiraan kapan material tersebut akan datang.

Ketika material dikirim oleh supplier, dilakukanlah penerimaan barang oleh tim warehouse. Barang yang datang dicatat jumlahnya, tanggal kedatangan, serta pemeriksaan apakah ada material yang NG (not good) atau tidak. Jika ada barang NG maka barang dapat dikembalikan ke supplier. Pada tahap ini pun, material yang datang dapat diberi label berupa barcode untuk kemudahan proses In-Out stock di gudang.

Setelah material mencukupi, dilakukanlah proses produksi. Sebelum melakukan produksi, terlebih dahulu dibuat surat perintah kerja (work order). Pada work order tersebut dicantumkan produk apa yang akan dibuat, berapa banyak, serta kapan dilakukan proses produksinya.

Selain itu ERP memfasilitasi Bill of Material (BOM), di sana dapat ditentukan material apa saja yang dibutuhkan serta berapa persentasenya untuk membuat satu item finished goods. Misalnya, untuk membuat satu pcs finished goods A, dibutuhkan material sebagai berikut :

  • Material X (20 pcs / 1 pcs FG)
  • Material Y (4o pcs / 1 pcs FG)
  • Material Z (5 pcs / 1 pcs FG)

Artinya, untuk membuat satu pcs item finished goods, dibutukan 20 pcs Material X, 40 pcs Material Y, dan 5 pcs Material Z.

Oke, katakanlah proses produksi selesai. Berarti work order sudah dilaksanakan. Sekarang, di warehouse sudah terdapat produk berupa Finished Goods. Selanjutnya apa ? ya, produk tersebut harus dijual.

Sebelum produk dikirim ke customer, terlebih dahulu perusahaan akan menerima purchase order dari customer, sehingga berdasarkan purchase order tersebut dibuatkanlah sales order. Berdasarkan sales order itulah produk yang sudah jadi dikirim ke customer. Setelah itu apa ? ya, dilakukan penagihan jika produk yang diminta telah diterima oleh customer.

Tanpa software ERP, proses-proses tersebut mungkin masih bisa di-handle, namun kurang efisien. Berapa banyak file excel yang dibutuhkan, template dokumen yang harus disediakan, dll. Maka dengan adanya software ERP, diharapkan proses-proses tersebut menjadi lebih efektif dan lebih terintegrasi.

Itulah cerita singkat tentang ERP. Sekedar cerita dari pengalaman sih, tanpa menggunakan tinjauan teoretis dari buku atau dari kursus🙂

One thought on “ERP For Dummies

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s