Zenkai Girl: Karir dan Dukungan Keluarga

zenkai girl

Sekitar dua bulan yang lalu, saya dapat rekomendasi tontonan dari teman. Katanya ada serial jepang yang bagus, judulnya ‘Zenkai Girl’. Terlepas dari kekurangan (hal negatif) dari serial tersebut, ada beberapa hal positif yang dapat diambil.

Ceritanya tentang kehidupan seorang wanita karir. Wanita yang ambisius, perfectionist, dan memiliki standar tinggi dalam banyak hal. Diceritakan wanita itu sedang menjalani masa percobaan di suatu perusahaan selama tiga bulan. Jika lulus, maka dia akan secara resmi dipekerjakan di perusahaan tersebut.

Dengan antusias wanita itu siap untuk bekerja. Namun hal yang mengejutkan terjadi, dia diberi pekerjaan tambahan oleh atasannya. Pekerjaan tambahannya adalah menjadi baby sitter untuk anak atasnya. Anak itu berusia sekitar 5-6 tahun. Setiap hari si tokoh utama harus mengantar jemput anak atasannya ke taman kanak-kanak. Banyak kejadian unik, seru, konyol, dan mengharukan di setiap episodenya. Selanjutnya, silahkan tonton sendiri😀

Ada beberapa hal yang cukup menggugah. Saya jadi lebih menghargai pemberian sekecil apapun dari orang tua. Contohnya, saat itu, sebelum kembali ke Jakarta, ibu di rumah menyiapkan nasi bungkus untuk saya bawa. Biasanya saya menolak, tapi saat itu saya langsung menerima dengan antusias.

Serial ini pun menggambarkan perjuangan seorang single parent (ayah) dalam mengurus anaknya yang baru berusia 5-6 tahun. Hal ini (lagi-lagi) mengingatkan saya pada orang tua. Kadang kita lupa kebaikan mereka, kita lebih ingat hal-hal buruk dari mereka. Kita gak pernah ingat kalau makanan tiap pagi disiapkan oleh siapa ? buku-buku di meja belajar siapa yang membelikan ? pakaian di lemari siapa yang membelikan ? kita sekolah siapa yang membiayai ? ah.. banyaklah pokoknya pengorbanan orang tua tuh.

Ada satu segment di serial tersebut, entah episode berapa. Seperti biasa, serial romantis selalu dibumbui konflik batin. Mungkin karena ini serial jepang, separah apapun konflik, nyaris tidak ada adegan kekerasan dan kata-kata kasar. Cukup jauh berbeda dengan sinetron-sinetron kita (kebetulan saya pernah lihat sinetron gak sengaja, hehe).

Yap, kebaikan bisa datang dari mana saja, termasuk dari tontonan kan🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s