Bagaimana Buku Bergaul Denganku (Bagian II)

Melanjutkan cerita sebelumnya, sekarang akan sekilas diceritakan pengalaman setelah lulus SMA.

Ada teman sekelas meminjamkan buku tentang grafologi atau ilmu tentang bagaimana membaca tulisan tangan. Maksudnya, bagaimana membaca kepribadian seseorang berdasarkan tulisan tangannya. Judul bukunya sendiri saya lupa. Di buku tersebut dituliskan bahwa seorang yang memiliki tulisan tangan yang miring ke kiri berarti banyak hal negatif pada dirinya. Di sana dicontohkan bahwa ada seorang teroris yang melakukan pengeboman, ternyata tulisan tangan teroris itu cenderung miring ke kiri. Tak hanya teroris itu yang tulisannya miring ke kiri, tapi saya juga begitu. Tulisan tangan saya sangat miring ke kiri. Lantas bagaimana ? Oke saya mulai merubah kebiasaan agar tulisan tangan menjadi lebih tegak. Sampai sekarang saya masih mempertahankan tulisan tangan yang tegak gara-gara membaca buku itu.

Novel Islami yang pernah saya baca adalah Ayat-Ayat Cinta karangan Habiburahman El Shirazi. Novel ini sangat mempengaruhi cara pandang mengenai jodoh. Setelah selesai membacanya saya jadi berhipotesis bahwa secara default satu orang lelaki akan disukai minimal oleh empat orang wanita, bagaikan si Fahri yang disukai sekaligus oleh Nurul, Noura, Maria, dan Aisha. Sebagai laki-laki, menikah memang penting tapi tidak perlu menjadikannya prioritas. Mengapa ? karena yaitu tadi, tenang saja toh satu lelaki akan minimal disukai oleh empat orang wanita, hehe. Itulah salah satu kesimpulan yang saya ambil dari cerita tersebut. Harap maklum karena waktu itu masih belum banyak input pengetahuan sehingga belum bisa kritis.

Setelah lulus kuliah, pernah satu masa saya seakan ditemani oleh Kahlil Gibran yang sedang patah hati karena sang kekasih hatinya menikah dengan orang lain. Untaian syair di buku Sayap-Sayap Patah menyibakkan kisah yang lebih menyakitkan ditinggal oleh kekasih hati. Rasa-rasanya apa yang dialami Gibran jauh lebih parah dari yang pernah saya rasakan.

Salah satu buku fenomenal di Indonesia sekitar tahun 2010-2011 adalah 7 Keajaiban Rejeki karangan Ippho Santosa. Saya pun ikut-ikutan membacanya, hehe. Buku tersebut secara konten cukup bagus dalam memotivasi untuk memiliki skill, bersedekah, berbakti kepada orang tua, dan menikah. Mampu mempengaruhi cara pandang mengenai harta dan rejeki. Karena isi tulisannya tidak formal, jadi mudah dimengerti. Pengaruh positif dari buku ini adalah menjadi sadar untuk merutinkan bersedekah.

Yang terakhir, adalah buku karya Ibrahim Elfiky yang berjdul Terapi Berfikir Positif. Ada apa dengan buku itu ?. Saya membeli buku itu untuk kebutuhan represif. Saat itu saya sedang mengalami yang namanya kekhawatiran berlebihan mengenai kesehatan. Dua minggu saya baca dan coba menjalankan saran-saran di buku tersebut, alhamdulilah saya ‘sembuh’. Pertolongan Allah datang melalui buku tersebut. Buku ini mirip dengan buku-buku pengembangan diri yang dikarang oleh penulis barat, namun yang membedakannya adalah dalam buku ini kita senantiasa diingatkan kepada Allah yang Mahakuasa atas segala sesuatu.

Ada beberapa buku lain sih yang cukup berkesan, tapi karena sudah lima paragraf maka akan dilanjutkan kapan-kapan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s